Mengenal Affiliate Marketing

November 9th, 2009 by Cosa @ PanduanDasar.Com Leave a reply »

Sesuai janji saya kemarin, mulai minggu ini saya akan membahas mengenai affiliate marketing untuk mendukung event kontes affiliate di PanduanDasar.Com 🙂 Nah, di edisi perdana kali ini, saya akan menjelaskan secara singkat mengenai affiliate marketing itu sendiri. Apa sih untung ruginya? Seperti apa konsepnya? Bagaimana cara kerja sistem affiliasi? Dan sebagainya. Sudah siap?

Bisnis affiliasi memang merupakan bisnis internet yang berbeda dibanding yang lain dimana Anda tidak perlu memiliki dan membuat produk untuk mulai berjualan! Yang Anda lakukan di sini adalah mempromosikan produk milik orang lain dan mendapat komisi dari setiap penjualan yang terjadi. Anda juga tidak perlu waktu lama untuk mulai masuk ke bisnis ini. Bisa dengan mendaftarkan diri ke sebuah program affiliasi atau membeli sebuah produk yang menawarkan kerjasama sebagai affiliate. Setelah itu? Langsung deh mulai dagang. Enak, kan?

Di sisi lain, apabila ternyata produk yang Anda promosikan ternyata bermasalah atau justru pemilik produknya yang tiba-tiba mengalami masalah, maka bisa jadi Anda akan terkena imbasnya. Padahal bisa jadi Anda tidak tahu apa-apa mengenai masalah yang dialami produk atau pemilik produk tersebut. Gak enak, kan?

Oleh karena itu, penting untuk memilah dengan baik produk apa saja yang akan Anda promosikan. Beberapa parameter dasar adalah reputasi dari si pembuat produk itu sendiri, respon pembeli produk terhadap produk tersebut, dan tentu saja, kualitas dari produk tersebut secara umum.

Cara kerjanya sendiri tidak terlalu rumit. Dalam program affiliasi yang Anda ikuti, Anda akan mendapatkan kode referral yang harus Anda promosikan. Kode ini bisa berupa teks atau pun gambar. Contoh URL referral:

http://namadomain.com/?ref=naninu

http://namadomain.com/aff/naninu

http://namadomain.com/?refid=1234

Nah, sebelum Anda berpromosi, satu hal lagi yang perlu Anda ketahui adalah sistem pemrosesan / penyimpan referral yang digunakan oleh program affiliasi yang bersangkutan. Yang umum ada dua, yaitu melalui cookies dan session.

Apabila data referral disimpan ke dalam cookies, maka:

  • Data kita sebagai referrer (orang yang mereferensikan / mempromosikan) tersimpan di dalam komputer milik orang yang kita referensikan selama berhari-hari (tergantung program affiliasi yang digunakan).
  • Orang yang kita referensikan TIDAK PERLU mendaftar saat itu juga. Selama cookies tersebut masih aktif, pada saat orang tersebut mendaftar ke dalam program atau membeli produk yang kita promosikan, kita akan tetap mendapat komisi.
  • Di sisi lain, jika orang yang kita referensikan ternyata sudah pernah mengklik link referral orang lain dan cookiesnya masih aktif, maka kita tidak akan mendapat komisi darinya.
  • Affiliate yang lebih dulu bertindak memiliki kesempatan yang lebih besar dalam mendapat referral.
  • Relatif tidak butuh banyak promosi.

Kebanyakan program atau produk menggunakan sistem cookies ini, termasuk juga PanduanDasar.Com 🙂

Bagaimana dengan session?

  • Data referrer hanya tersimpan mulai dari saat seseorang mengklik link referral kita hingga ia mematikan browser web yang digunakan.
  • Kita hanya mendapat komisi apabila orang yang kita referensikan langsung mendaftar sesaat setelah ia mengklik link referral kita.
  • Setiap affiliate memiliki kesempatan yang relatif sama untuk mendapat referral.
  • Relatif butuh lebih banyak promosi.

Di artikel berikutnya kita akan bahas mengenai tehnik-tehnik affiliate marketing.

Semoga bermanfaat 🙂

Instant Internet Business Ideas

24 comments

  1. Tapi di Indonesia banyak yang tidak pakai keduanya. Tidak cookies tidak juga sesi. Sering kali data refferer hilang sebelum browser ditutup. Misalnya kita hanya klik link yang ada, habis dech data referer. Rugi dech affiliatenya.

  2. paling bagus memakai restore sponsor system seperti skripnya klikabadi.net
    tapi sayang, skrip itu gak ada update, jadi keliatan jadul banget.. padahal mesin nya bagus lho..
    ada gak yang bisa memodifikasi skrip mas noer ini?

    • restore sponsor system pake cookies kan?

      • pake sistem kuncian di email pengunjung.
        pengunjung yang datang, jika ingin lihat harga harus memasukkan email dan verifikasi validity email tsb.
        next time dia masuk lagi lewat link utama, dia tetap ditanyakan email yang pernah dimasukkan, dan sponsornya akan tetap dapat komisi.
        kelemahan: bisa aja si pengunjung ganti email baru… tapi biasanya sih nggak, jadi bagus untuk para afiliasi dan reseller, sistem yang sangat adil, walaupun tidak ad cookies nya.

        • mhmm.. bukankah ini smdg yg diterapkan oleh PDC? Ketika si A promosikan ke si B, dan kemudian si B signup utk free produk. Kemudian bbrp hari/minggu kemudian si B beli produk lain, si A dpt komisi. Jadi, apakah yg dijelaskan “vcc-indonesia” berbeda dg yg dijelaskan dg PDC? Oya, tanya juga mas Cosa, apakah tidak ada yg terapkan utk simpan I.P. Komputer pengunjung (calon member) selain pengganti cookies? jadi klo next time, dari I.P. tsb lagi, berarti si refferal tsb yg dpt komisi.

          • serupa tapi tak sama 🙂 sistem yg dijelaskan vccindonesia berlaku pada membership single product, sedangkan di PDC berlaku untuk multi-product. Dan setauku di Indo cuman PDC dan DBCO-nya Dini Shanti aja yg nerapin sistem multi-product.

            untuk IP, setauku belum ada. Lagipula terlalu ribet karena ada kemungkinan ip yg kembar.

          • o iya ya.. vccindo single-prod, PDC multi-prod. Trus klo ada yg terapin pake kupon (vocer code) itu bgm? cukup fair gak? jadi jika si B masukkan kupon/vocer code tertentu, berarti si B di-reff oleh si A; jika kupon yg lainnya, berarti di-reff oleh yg lainnya lagi. thx, best rgds, -soeki-

      • contohnya bisa dilihat di http://www.pulsamantap.com
        itu punya saya juga.. pake sistem restore sponsor

  3. pensiun kaya says:

    kalo masalah yang ginian mendingan menyimak teman2 dulu deh, maklum masih nol besar di affiliate marketing..makasih om Cosa dah mau sharing, artikel berikutnya sangat dinantikan

  4. Internet Marketing by Facebook – Apa ini termasuk Affiliate marketing jg bos? 😉

  5. akhmad sekhu says:

    klo untuk web affiliate yg pake cookies biasanya bisa bertahan berapa lama mas..?

  6. Joko says:

    gak paham bos, mo belajar dulu.

  7. nyimak dulu 🙂
    nice post 🙂

  8. Hahahaa… baca ini jadi punya ide bikin web afiliasi khusus jualan produk PDC

  9. Kalau pakai teknik cloaking gimana?

  10. Affiliate kurang berminat,,karena oh karena aku ingin fokus di PPC ,,YAhuudd,,,

  11. Bang Arman says:

    “Affiliate yang lebih dulu bertindak memiliki kesempatan yang lebih besar dalam mendapat referral”

    Mas, Itu maksudnya apa ya?

  12. Bang Arman says:

    Mas Cosa, apakah mereferensikan program affiliasi PDC dan mereferensikan produknya itu sama saja?

    Maksud saya, apa keduanya sama-sama menerapkan cookie 3 minggu?

    Makasih

Leave a Reply