Mini Site vs Direct Promotion

November 17th, 2009 by Cosa @ PanduanDasar.Com Leave a reply »

Pada saat Anda melakukan affiliate marketing, Anda memiliki dua pilihan — mempromosikan referral link Anda secara langsung atau membuat halaman sales letter / mini site Anda sendiri yang berisikan referral link Anda. Cek bagan berikut untuk lebih jelasnya.

Clip_19

Tehnik direct promotion Anda gunakan apabila sales letter dari produk yang bersangkutan sudah cukup baik dan terbukti memiliki konversi yang tinggi. Sebaliknya, tehnik mini site /sales letter Anda lakukan apabila sales letter asli dari produk yang bersangkutan kurang ‘menjual’. Dari sini dapat disimpulkan bahwa pada tehnik pertama fokus Anda adalah menjual dan melakukan promosi. Sedangkan pada tehnik kedua, Anda masih harus membuat situs mini dan menulis surat penjualan terlebih dahulu, yang tentunya diperlukan keahlian ekstra.

Namun ada kalanya Anda tetap membangun sales letter tersendiri meskipun sales letter dari produk affiliasi yang Anda promosikan sudah cukup baik. Biasanya ini dilakukan apabila Anda ingin memberikan nilai tambah pada produk tersebut (bonus ekstra, cashback, dan sebagainya) dan / atau ‘menjual’ nama Anda agar orang lebih percaya dan tertarik untuk membeli produk tersebut.  Yah, tidak perlu saya jelaskan kan kalau alasan kedua tersebut hanya berlaku bagi orang-orang yang sudah memiliki reputasi baik di dunia bisnis internet?

Sampai jumpa di artikel seri Affiliate Marketing berikutnya 🙂

Panduan 28 Hari Menguasai SEO

29 comments

  1. Mengamati bahasa2 sales letter yang bertebaran saat ini, saya koq melihat polanya pada mirip2 ya?

    Makanya, saya lebih condong ke cara kedua, tapi bukan mini site, melainkan review produk di blog. Tunjukkan kegunaan produk dan kelemahan2nya. Kayaknya orang lebih percaya deh….

  2. Ferry Ariyanto says:

    Bonus PDC: Panduan Mini site
    :ngarep: 😉

  3. Rohadi says:

    Lebih bagus lagi pake dua-duanya, bikin review di blog sekalian ngiklan. Tapi kalo iklan lebih baik sih direct promotion ke situs bersangkutan. Kalo review di blog kita bisa nyari trafik gratisan lewat search engine ato blogwalking. Sebuah pendapat dari seorang newbie,..:)

  4. Masukan dari saya: lebih baik jika menambahkan opt-in di minisite, setelah prospek subscribe baru diarahkan ke produk afiliasi. Dengan cara ini, kita pun bisa memfollow up dikemudian hari.

  5. Wah… cara kedua itu seperti yang sering dilakukan Mas Cosa ya… 🙂

  6. saya lebih suka menggunakan review di blog yang kemudian saya arahkan ke link afiliasi. Seperti tulisan Mas Cosa sebelumnya, blog dinilai cukup efektif membangun kepercayaan. Jika kepercayaan para pengunjung udah didapatkan, insya Allah menjual jadi lebih mudah.

  7. beli dulu produknya, coba, kalo berhasil baru reselling.. kalo gak berhasil, minta uang kembali dan tutup link nya hehehe

  8. Pastinya cara kedua. Setidak-nya kita pasang optin form utk nangkep “ikan”, mgkn di kemudian hari kita bisa promosi produk lain kepadanya

  9. film 2012 says:

    review produk di blog lebih efekti bro

  10. munawar am says:

    Belum sampai pada minisite;
    baru mencoba presell page,
    sepertinya butuh “rayuan maut” yahhh Mas… biar prospek kepincut dengan produk kita

  11. Mau nanya. Minisitenya diletakkan di domain baru atau subdomain atau subdirectory?

  12. Gugus says:

    mau tanya, kalau kita bikin minisite itu bagus langsung di arahkan ke produk affiliasi atau mampir dulu dimasukin ke opt-in list?

  13. iphin cow says:

    wah saya juga baru belajar affiliasi pake minisite nih 🙂

  14. eag says:

    Sepertinya lebih ampuh melalui review ya mas? Selain itu bs juga untuk ngumpulin data calon prospek:)

  15. yuswono says:

    Wah mantep banget mas infonya,semoga bermanfaat.Btw Saya punya koleksi PLR yang lumayan besar untuk membangun blog, Coba cek dan moga ada manfaatnya.

  16. Kalo saya sih lebih enak membuat blog yang punya reputasi di dunia affiliate marketing kemudian dari blog itu kita bisa mempromosikan produk yang dijual.

  17. mau tambahan dikit bos.. bukan cuma reputasi aja.. adanya list bos.. kaya punya si bos..

  18. makasih mas, artikelnya sangat bermanfaat…

  19. Selama ini saya selalu merasa kurang yakin kalo bikin sales letter sendiri…ada tips yang oke tidak yah untuk bikin sales letter ?

  20. ismail says:

    lagi nunggu panduan affiliasi dari panduandasar.com 😀

  21. roit says:

    kalu aku, udah langsung ‘alergi’ dengan sales letter yang kayaknya terlalu menabur janji surga…tapi ada juga sih sales letter yang masuk akal…

  22. download says:

    belajar marketing dari ahlinya

  23. Amang Lolu says:

    Saya pilih bikin review di blog. Punya blog tentunya punya teman yang saling comment. Meyakinkan teman biasanya lebih mudah.

  24. bloggerspeed says:

    Kalo bisa 2 duanya diterapin lebih baik:-)

  25. Kios Pintar says:

    Saya kayaknya lebih suka review di blog..
    Kira2 ada yg mau mereview situs saya nggak ya? 🙂

  26. ya..ya..ya..saya setuju yang bikin mini site sendiri….mantabs kaleee…eniwei, waduh, banyak kali ane harus buka website untuk belajar internet marketing…refot dah…hohohohohoho

  27. Manteb neh tips online nya bos…:)

  28. Terima kasih tipsnya, mas. saya memang lagi belajar bikin presell page.

  29. misiane says:

    terimakasih artikel ini memberikan pemahaman kepada saya tentang afiliasi

Leave a Reply